Lucky Couple Solution

Lucky Couple Solution (Ahlus Sunnah wal Jama'ah)
1. Terbiasa Menutup Rapat Pintu Zina Sedari Sebelum Menikah
2. Terbiasa Tidak Mengikuti Langkah Setan Sedari Sebelum Menikah

 


Baca lebih lanjut

Iklan

KAPAN

Kapan Sebaiknya Mulai

7 tahun.
“Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan shalat, maka pukullah Ia. Dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara Anak Laki-Laki dan Anak Wanita).”
Hasan: Diriwayatkan oleh Abu Dawud, No. 495; Ahmad (II/180, 187) dengan sanad hasan, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya radhiyallaahu ‘anhum.[1]

 

Kapan Terlambat

Baligh Namun Tak Mengerti Beramal Baik, Tak Mengerti Menghindari Amal Buruk. Tak Ada Persiapan untuk Menangani Kewajiban atau Calon Kewajiban
“Telah diangkat pena dari tiga golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, dan dari anak kecil hingga ia baligh.”
Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir 3514]; Sunan at-Tirmidzi (II/102/693).[2]

 

Kapan Pintu Kesempatan Ditutup

Sakaratul Maut.
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruhnya belum sampai ke kerongkongan.”
Shahih: Musnad Imam Ahmad (IX/17-18, no. 6160) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”[3]

Matahari Terbit dari Barat
“Hijrah tidak akan terputus selama taubat masih diterima, dan taubat akan tetap diterima hingga matahari terbit dari barat. Jika ia telah terbit (dari barat), maka dikuncilah setiap hati dengan apa yang ada di dalamnya dan dicukupkan bagi manusia amal yang telah dilakukannya.”
Shahih: Musnad Imam Ahmad (III/133-134, no. 1671) tahqiq Ahmad Syakir, beliau berkata, “Sanadnya shahih.”[3]

 

Baca lebih lanjut

QUALIFIED USTADZ

Banyak sekali Ustadz. Banyak sekali paham. Banyak sekali organisasi. Banyak sekali yang benar. Banyak sekali yang pintar. Banyak yang keliatan menjanjikan. Bahkan jika kita mengetikkan pada textfield area-nya youtube: “ustadz yang mana yang diikuti?” ada macam-macam versi. Walaupun semua Ustadz Ahlus Sunnah sah-sah saja untuk diikuti manhajnya selama tidak bertentangan dengan Qur’an & Hadits, berikut catatan kecil yang semoga bermanfaat untuk bantu cari Ustadz yang ‘lebih afdhol’ dari yang sudah afdhol-afdhol sekaligus bermanfaat untuk jadi media ‘berkaca’[0], sejauh mana Da’i / Ustadz / Guru atau Pengajar (Agama) / Mursyd / ‘Alim Ulama itu ‘layak’ untuk masuk kategori ‘Qualified Ustadz’.

Baca lebih lanjut

LIFE PARTNER SOLUTION (2)

Poligami

 

Sepasang Suami-Istri. Suami berkeinginan kuat membanting tulang mencari nafkah sekuat tenaga agar Istri tak kerja dan berbaur, berinteraksi dengan lelaki, baik bercampur maupun berdua-duaan dengan laki-laki lain dalam mengerjakan tugas. Agar Istri fokuskan waktu dan tenaganya kepada kualitas pengetahuannya. Agar Istri menjadi pendidik yang terbaik bagi buah hati. Agar Anak tidak jatuh ke dalam pemahaman orang lain yang tidak diketahui bagaimana wataknya tanpa pengawasan.

Baca lebih lanjut

LIVE PARTNER SOLUTION

Ada Pria ada Wanita. Hingga tiba masanya, tertarik kepada lawan jenis. Menjalin kisah asmara. Baik itu sebelum maupun setelah pernikahan. Yang berhasil lanjut, yang tidak berhasil, antara mengejar pencapaian tertentu, cari lagi atau dua-duanya. Ustadz pernah bilang yang intinya biasanya lima tahun pertama hanya indah-indahnya saja. Lalu..

 

Ujung-ujungnya pasangan dengan kisah indah berdurasi tadi kedatangan karunia. Pasangan berubah nama menjadi Orang Tua. Dan segalanya berubah. Saatnya merasakan apa yang orang tua kita lalui. Dimensi kesadaran yang lebih luas.

 

Orang tua yang sukses. Apa tolak ukur orang tua yang sukses menurut Anda? Orang tua yang kaya saja? pintar saja? punya kekuasaan saja? bugar saja? kaya + pintar + punya jabatan + bugar + bahagia? Mungkin itu sebutan yang lebih tepat jika “Tua” dari “Orang Tua” dihilangkan, “Orang” saja. “Orang” yang sukses (secara dunia). Tapi manakala “Orang Tua”, ini akan mengerucut. Erat kaitannya dengan apa yang menjadi amanah yang diembankan kepada “Orang Tua” tersebut. Yakni “Anak”. Ringkasnya, Orang Tua bisa dikatakan sukses jika menjalankan amanahnya dengan sukses. Suksesnya orang tua, bisa dilihat dari Amanahnya. Anak. Nah sekarang, masalahnya, tolak ukur suksesnya Anak itu apa? Dan semua orang punya pandangan subjektif terkait hal tersebut.

Baca lebih lanjut