Kunci Sukses Kebangkrutan yang Sebangkrut-Bangkrutnya

1. Mencaci, salah tuduh, makan harta orang lain, membunuh & menyakiti orang lain (tanpa hak)

“Apakah kalian tahu siapa muflis (orang yang pailit) itu?” Para sahabat menjawab,”Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.” Tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Muflis (orang yang pailit) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, memakan harta orang lain, membunuh dan menyakiti orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka”. [HR Muslim no. 2581, at Tirmizi no. 2418 dan Ahmad (2/303, 334, 371), dari Abu Hurairah.]
Sumber: https://almanhaj.or.id/2714-jika-seseorang-tertimpa-pailit.html

Atau jika dibuka dari aplikasi hadits online app.lidwa.com, hadits senada saya temukan pada HR. Muslim, No. 4678 [2016-10-12, 04:25 pm]

 

2. Nggosip
“Tahukah kalian apakah ghibah itu?”. Sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Yaitu engkau menyebutkan sesuatu yang tidak disukai oleh saudaramu”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah pendapat anda, jika itu memang benar ada padanya ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Kalau memang sebenarnya begitu berarti engkau telah mengghibahinya, tetapi jika apa yang kau sebutkan tidak benar maka berarti engkau telah berdusta atasnya”. [Muslim no 2589, Abu Dawud no 4874, At-Tirmidzi no 1999 dan lain-lain]
Sumber: https://almanhaj.or.id/2850-ghibah.html

Atau jika dibuka dari hadits online app.lidwa.com, hadits senada saya temukan pada HR. Muslim, No. 4690 [2016-10-12, 4:46 pm]

 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. ”. [Al-Hujurat : 11]

 

[hadits di point no.1 juga termasuk tentang ghibah: “..Mencaci..” di belakang orang yang dighibahi].

 

Jadi kesimpulannya, bersyukurlah bagi anda yang sering dibully, tidak terlahir dengan fisik & sifat bak idola sejagad, dizalimi, karena secara tidak langsung anda telah dibekali Allah S.W.T modal yang sangat besar untuk menyedot pahala siapapun atau memindahkan dosa anda kepada siapapun yang telah mencaci, menzalimi mengolok2 atau membully & menghibahi anda. Selamat. Ada banyak sebenarnya yang bisa bikin amal2 kita sia2, tapi kepanjangan.
Untuk tata cara bertaubat, silahkan browsing. Yang jelas, kalau salah kita sama orang, cara bertaubatnya ada tambahan. Minta maaf sama yang bersangkutan.

 

“.. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu“.
– Al Anfal : 75 –

 

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih“.
– Al Hijr : 49-50 –
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s