KONFIGURASI REPOSITORY OFFLINE 14.04 LTS (64 bit)

Repository. Sekumpulan paket-paket aplikasi untuk sistem operasi linux. Analogi kasarnya bagi pengguna smartphone android:

Bayangkan satu playstore sudah bisa ‘dipindah’ ke flashdisk OTG. Lalu dari flashdisk itu anda bisa dengan mudahnya meng-install aplikasi untuk smartphone anda. Tanpa internet. Tanpa kuota. Tanpa biaya. Imagine.

Playstore dalam flashdisk itulah ‘repository-offline’. Smartphone itulah ‘laptop/PC’. Android itulah ‘ubuntu’.

 

Jika anda dalam kondisi bisa online kapan saja, skip konfigurasi ini. Tidak perlu buka terminal. Tidak perlu pusing. Bahkan tidak perlu mengerti “apppa itu repository?”, pada ubuntu 14.04 LTS untuk instalasi aplikasi semudah:
1. Buka ubuntu software center. Warna logonya oranye, berbentuk tas shopping.
2. Ketikkan aplikasi yang anda inginkan. Kalau tidak mengerti,
3. Lihat antar muka ubuntu software center, sebelah kiri,
4. Klik salah satu. Contoh: Sound & Video.
5. Klik salah satu list. Contoh: VLC Media Player.
6. Klik tombol “install”
7. Tunggu sampai selesai dan selamat menikmati software bebas lagi bukan bajakan.

 

Saya sangat menyarankan bookmark atau simpan offline laman ini jika anda membacanya pada komputer yang dipakai praktek. Atau buka dari smartphone saja. Tindakan preventif. Siapa tau anda keasikan ikuti instruksi, tak sadar kalau ternyata ada instruksi “reboot”. Tiba-tiba komputer anda restart otomatis > don’t know what next to do > no where to be > banting laptop/PC.

 

Repository offline 32 bit (62,1 gb) & 64 bit (62,8 gb) saya download dari:

kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu-repository/14.04/

Hasilnya beberapa aplikasi tidak dapat di-install, termasuk gimp & audacity. Jika sekarang anda sudah kecewa dan tetap ingin lanjut, saya sudah memberi tau. Tahunya tidak saya bagi karena saya suka.

 

Download manager yang saya gunakan untuk download repository adalah downthemall, add-ons mozilla firefox. Cara install:

1. Buka mozilla firefox

2. Pada url address field, ketik: about:addons, tanpa koma lalu tekan enter

3. Pada search add-ons field, ketik: downthemall, tanpa koma lalu tekan enter

4. Pada list DownThemAll, klik tombol “install”

5. Biarkan sampai download selesai, restart mozilla

6. Klik file yang ingin di-download, pilih downthemall

 

Wajib paham kondisi 1 & kondisi 2 sebelum lanjut. Jika sudah paham bedanya “$” dan “#” pada terminal, silahkan skip.

Kondisi 1.

$. Jika anda menemukan simbol “$” pada suatu baris di laman ini, berarti anda sedang dalam kondisi yang membutuhkan terminal linux-ubuntu dalam keadaan terbuka. Jalan paling efektif & efisien untuk membuka terminal yakni dengan menekan kombinasi keyboard: CTRL + ALT + T. Posisi anda saat ini tidak harus sebagai “super user”. Ketikkan perintah saja setelah simbol “$”, tidak perlu menulis ulang “$”-nya.

Kondisi 2.

#. Jika anda menemukan simbol “#” pada suatu baris di laman ini, berarti anda sedang dalam kondisi yang membutuhkan terminal linux-ubuntu dalam keadaan terbuka, dengan anda sebagai “super user”. Untuk mendapatkan hak sebagai super user cukup menuliskan perintah ini pada terminal yang baru saja terbuka: sudo su, tanpa koma, lalu tekan enter, dan isikan password komputer anda. Setelah itu ketikkan perintahnya saja, tidak perlu menulis ulang simbol “#”.

 

Kondisi gadget saya pada saat melakukan konfigurasi ini:

1. Repository berada dalam 30 buah file berekstensi *.iso. 15 buah untuk 32 bit, 15 buah untuk 64 bit. Total +- 125 gb.

2. Repository saya taruh dalam flashdisk. Tanpa diletakkan pada direktori. Jadi langsung.

/media/namaUser/namaFlashdisk/30fileRepository.iso

3. OS yang saya gunakan linux, distro ubuntu, versi 14.04 LTS 64 bit. Semua repositorinya saya gunakan sebagai tindakan preventif siapa tau ada dependensi aplikasi yang berada pada repository 32 bit.

 


LANGKAH-LANGKAH

1. Buat direktori “r1” sampai “r30” di dalam direktori /mnt/

Masuk ke direktori /mnt/

# cd /mnt/

buat direktori “r1” hingga “30”

# mkdir r1 r2 r3 r4 r5 r6 r7 r8 r9 r10 r11 r12 r13 r14 r15 r16 r17 r18 r19 r20 r21 r22 r23 r24 r25 r26 r27 r28 r29 r30

r”, maksudnya repository. Saya singkat begitu supaya mudah. Kalau tidak suka silahkan ubah.

 

2. Ubah daftar sumber repository (sources.list)

# gedit /etc/apt/sources.list

Saya sarankan backup terlebih dahulu. Jika sudah, hapus semua, lalu tuliskan link sumber berikut (hingga pada “r” yang ke-30):

deb file:/mnt/r1/ trusty
deb file:/mnt/r2/ trusty
deb file:/mnt/r3/ trusty
.
.
.
deb file:/mnt/r30/ trusty

Masukkan kata ini pada akhir baris:

Kata

Akhir baris ke-

main 1-4
main restricted universe 5-6
universe 7-26
multiverse universe
27-28
multiverse partner 29-30

Contoh. Pada baris ke-13

deb file:/mnt/r13/ trusty universe

Jika sudah semua, simpan.

 

3. Periksa daftar source.list

Apakah source.list sudah tersimpan?

# nano /etc/apt/sources.list

 

4. Tambah loop device menjadi 31

# nano /etc/default/boot

isikan:

max_loop=31

lalu tekan kombinasi:

CTRL + O lalu CTRL + M lalu CTRL + X

 

lalu tambahkan juga “max_loop=31” pada grub.

# nano /etc/default/grub

cari baris ini, letakkan di samping “quiet splash

...
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash max_loop=31"
...

lalu tekan kombinasi:

CTRL + O lalu CTRL + M lalu CTRL + X

 

# update-grub

 

# reboot

Jika normal, komputer anda akan melakukan restart. Saya tidak mengalami kondisi di atas normal.

 

Cek jumlah loop device

# ls /dev/loop*

 

5. Mount file repository ke loop device

masuk terlebih dahulu ke direktori tempat anda taruh repository

# cd /media/ami/repository/

penjelasan:

/ami, adalah nama user saya. Pada komputer anda, ganti dengan nama user anda

/repository, adalah nama device (flashdisk) saya. Ganti dengan nama device anda. Device yang menyimpan repository.

 

Perintah untuk mounting repo.iso ke direktori “r1” sampai “r30”

# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX86bit-1.iso /mnt/r1/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX64bit-1.iso /mnt/r2/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX86bit-2.iso /mnt/r3/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX64bit-2.iso /mnt/r4/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX86bit-3.iso /mnt/r5/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX64bit-3.iso /mnt/r6/
.
.
.
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX86bit-15.iso /mnt/r29/
# mount -o loop namaFileIsoRepositoryAndaX64bit-15.iso /mnt/r30/

 

6. Update repository

# apt-get update

 

7. Test instalasi

# apt-get install hardinfo

Hardinfo, berfungsi untuk melihat informasi dari hardware anda.

 

Aplikasi sejenis adalah sysinfo. Uji instalasi.

# apt-get install sysinfo

Berikut GUI-nya

 


Saya tidak menyarankan anda untuk input perintah ini:

# apt-get install ubuntu-restricted-extras

di terminal sebelum semua aplikasi yang anda butuhkan telah ter-install dengan baik melalui repository offline. ubuntu-restricted-extras berisi paket mulai dari codec, rar, flashplayer dsb. Praktis memang. Satu kali enter kebutuhan dasar multimedia terpenuhi, tapi cukup membuat saya ‘kerepotan’.

Untuk beberapa kondisi komputer, jika tetap nekat melakukan perintah itu, kemungkinan besar anda harus setting ulang repository. Sampai sekarang saya tidak mengetahui apa yang harus diubah agar repository offline yang telah berhasil saya konfigurasi dapat digunakan lagi. Ya semenjak inputkan itu. Jadi, hindari perintah itu. Jika tidak tahan, lakukan saja perintah itu setelah semua aplikasi yang anda butuhkan telah terpasang dengan sempurna. Tapi kalau sudah terlanjur, bisa. Pakai cara ‘putus asa’.
1. Restore sources.list kembali ke semula.
2. Koneksikan internet.
3. Masukkan perintah:

# apt-get update

 

Setelah semua ini, menurut saya, instalasi aplikasi offline yang lebih efektif dan efisien pada OS linux, distro ubuntu, yakni dengan menggunakan program shell script: alldeb. Cukup download dan install yang anda butuhkan.

 

Terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s