MENENTUKAN ARAH KIBLAT MENGGUNAKAN KOMPAS

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Mohon maaf tidak pakai mukaddimah 🙂


WAJIB ADA
1. Kompas. Di antara banyak kompas, saya rekomendasikan kompas saku, karena mudah dan murah
2. Data tabel berikut:

KOTA

Z2 (Z+D)

Ci2 (Ci+D)

Banda Aceh 291.19° 66.85°
Medan 292.27° 66.73°
Padang 294.47° 65.07°
Palembang 295.03° 65.91°
Jakarta 295.9° 65.6°
Bandung 296.02° 65.68°
Cirebon 295.84° 66.1°
Semarang 295.65° 66.65°
Jogja 295.86° 66.44°
Surabaya 295.37° 67.29°
Madiun 295.48° 66.68°
Kediri 295.62° 66.98°
Samarinda 292.94° 68.98°
Balikpapan 293.23° 68.87°
Pontianak 293.44° 68.06°
Manado 292.26° 69.5°
Palu 292.87° 69.19°
Makasar 293.95° 68.99°
Jayapura 295.14° 72.46°

PENJELASAN
Z2 = Azimut kota mekah dari kota kita (arah kiblat ke “Z2” derajat dengan jarum merah kompas mengarah ke 0 derajat / utara kompas)
Ci2 = Azimut indeks kota/city index (dengan arah kiblat ke 0 derajat / utara kompas)

CARA 1. MENENTUKAN KIBLAT MENGGUNAKAN DATA “Z2”
1. Letakkan kompas pada bidang datar
2. Putar-putar kompas dengan perlahan hingga 0 derajat berada tepat di bawah jarum merah
3. Dengan tabel di atas, tentukan nilai “Z2” kota anda. Contoh: kota samarinda, Z2 = 292.94°
4. Bayangkan ada garis lurus dari tengah kompas ke “Z2” kota anda. Itulah arah kiblatnya

CARA 2. MENENTUKAN KIBLAT MENGGUNAKAN DATA “Ci2”
1. Letakkan kompas pada bidang datar
2. Putar-putar kompas hingga jarum merah mengarah ke “Ci2” derajat kota anda (lihat tabel di atas). Contoh: kota samarinda, Ci2 = 68.98°
3. Bayangkan ada garis lurus dari tengah kompas ke 0 derajat. Itulah arah kiblatnya


Cara mana saja HASILNYA insya Allah akurasinya tinggi jika:
1. Data deklinasi magnetik yang saya gunakan (pada tabel di akhir artikel) masih sesuai dengan deklinasi magnetik bumi terakhir (yang sebenarnya/yang ter-up-to-date/terkini)
2. Data azimut (Z) masih sesuai dengan azimut yang ter-up-to-date. Maksudnya kerak bumi tidak bergeser terlalu jauh hingga menyebabkan azimut kota mekah dari kota tempat anda berada (saat ini, yang sebenarnya) NILAINYA tidak terlalu jauh berbeda dengan NILAI azimut (Z) pada tabel di bawah yang sedang saya gunakan untuk mendapatkan nilai tabel di atas.

Namun walaupun kedua cara di atas akurasinya sama-sama tinggi, saya lebih cenderung kepada cara yang kedua, karena 0 derajat / north-nya badan kompas ‘dibantu’ dengan simbol “N” (north / utara) dan arah panah, yang mana simbol-simbol visual tersebut sangat membantu kita membayangkan (garis) arah kiblat lebih akurat lagi.

Jika nama kota yang ingin anda cari arah kiblatnya tidak tercantum pada tabel di atas, anda bisa menuju akhir artikel ini dan membuka link yang nomor [2].


BAIKNYA PAHAM:
– Jarum kompas tidak 100% mengarah ke utara.
– True north yang sebenarnya kita sebut saja “utara sejati” (N).
– Magnetic north, yang ditunjukkan jarum kompas, kita sebut saja “utara bohongan” (Nm).
– Utara sejati itu mengarah ke KUTUB BUMI secara geografis (sesuai sumbu bumi). Utara bohongan mengarah ke KUTUB MAGNET BUMI.
– Posisi. KUTUB BUMI dan KUTUB MAGNET BUMI itu beda? Kok bisa? Pertama, karena sumbu rotasi, dengan ‘batang tubuh’ (sumbu) magnet yang tertanam dalam bumi, tidak sejajar, membentuk sudut 11,5 derajat penyimpangan [4]. tidak simetris. Kedua, karena sumbu magnetis bumi tidak tegak lurus, penyimpangan utara & dan selatannya sejauh 2.700 km dari sumbu tegak lurusnya [4].
– Pembangkit. ‘batang tubuh’ magnetis secara fisik (material yang menimbulkan gaya magnetis bumi) bukanlah batang besi berbentuk balok, melainkan aliran konvektif ion-ion besi dan lainnya, pada inti bumi bagian luar, yang sifatnya cair namun sangat kental. Ditenagai oleh panas internal bumi [4].
– Kok jarum kompas mengarahnya ke KUTUB MAGNET BUMI? nggak bisakah mengarah ke KUTUB BUMI saja? Jadi, material jarum kompas itu mengandung magnet, kemampuannya sebatas bergerak mengikuti arah gelombang MAGNET BUMI berasal, sesuai kodratnya magnet. Bukan mengandung kecerdasan buatan untuk mengetahui KUTUB BUMI secara geografis. Berikut gambarannya,


Warna merah, merupakan indikasi medan magnet menguat.
– Sudut penyimpangan antara utara sejati dengan utara bohongan kita sebut “deklinasi”.
– Alhamdulillah-nya, deklinasi di Indonesia relatif kecil. Menurut sumber, -0,23 sampai 3,80 derajat [1].
– Dari penjelasan di atas, kita bisa memahami bahwa deklinasi dari berbagai penjuru bumi TIDAK SAMA.
– Medan magnet bumi berubah-ubah. Terbaliknya kutub magnet bumi, menurut ilmuan memang nyata. Sejarah mencatat bahwa kutub magnet bumi terakhir terbalik pada masa 780.000 tahun yang lalu (zaman batu) [3]. Oleh karenanya salah satu referensi dari tulisan ini menyarankan agar update data deklinasinya kalau bisa jangan lebih lama dari 5 tahun [1]. Karena bila data deklinasi yang kita pegang tidak sesuai dengan deklinasi magnetik sebenarnya, maka pada akhirnya bisa jadi kita salah kiblat, walaupun selisihnya hanya sekian derajat.
– Azimut adalah sudut putar arah mata angin. Utara, adalah arah mata angin yang dipakai sebagai referensi nol derajatnya azimut. Skalanya azimut itu derajat/gradian. Kompas dengan skala derajat skalanya 0 sampai 360 derajat; kompas dengan skala gradian skalanya 0 sampai 400 gradian.
– Rumus:

Z = Zm + D

Z = azimut sejati
Zm = azimut magnetik
D = deklinasi


Azimut sejati. Dalam contoh kasus di atas, azimut sejati yakni berapa derajat kota mekah dari kota kita. Azimut sejati tidak sama dengan utara sejati. Utara sejati itu 0 ATAU 360 derajat azimut. Sedang azimut sejati itu berapa derajatnya tergantung konteks yang dibicarakan. Karena azimut = sudut putar arah mata angin, dan utara adalah referensi 0 derajatnya azimut. Sedang dalam contoh PEMAHMAN RUMUS di bawah, azimut sejatinya (Z) adalah utara sejati atau north.

Azimut magnetik. Pengertian kasarnya, utara bohongan atau ‘magnetic north’. Namun tak selamanya azimut magnetic (Zm) ini adalah selalu utara bohongan. Tergantung konteks yang di bicarakan.

Deklinasi. Selisih antara Z dan Zm. Jika deklinasi bernilai “5”, maka deklinasi bergerak sejauh 5 derajat SEARAH PERPUTARAN JARUM JAM. Jika “-5”, maka sejauh 5 derajat BERLAWANAN JARUM JAM. Intinya jika “D” berarti searah jarum jam, jika “-D” maka sebaliknya.

PEMAHAMAN RUMUS
N = 0 atau 360 derajat atau utara sejati.
Jika anda berada di Samarinda, lalu utara sejati (N) kita tetapkan sebagai azimut sejati (Z), maka berapakah utara bohongannya (Nm / dalam kasus ini ditetapkan sebagai Zm)?
Z = Zm + D
Zm = Z – D
Zm = 360 – 0,96
Zm = 359,04 derajat
Utara bohongan / Nm / magnetic north / dalam contoh ini sebagai azimut magnetik (Zm) adalah dasar dari dasar yang wajib dipahami. Bila belum memiliki cara sendiri untuk menentukan kiblat (seperti cara “Z2” & “Ci2” pada awal artikel) maupun untuk menentukan utara sejati (N), hal yang harus kita pahami adalah JARUM MERAH KOMPAS HARUS SELARAS DENGAN UTARA BOHONGAN (Nm / magnetic north) pada badan kompas. Karena memang UTARA BOHONGAN = ARAH SEBENARNYA JARUM MERAH KOMPAS. Bila jarum merah kompas telah anda posisikan berada pada tempatnya (Nm), maka kompas telah siap digunakan untuk menentukan arah yang ujungnya ada kata “sejati” (utara sejati & azimut sejati). Jika kompas telah siap, maka mencari utara sejati (N) semudah menarik garis lurus dari tengah kompas ke N / 0 derajat / 360 derajat / utara sejati / true north, dan menentukan kiblat semudah menarik garis lurus dari tengah kompas ke azimut kota mekah dari kota anda. Jika sudah mengerti silahkan lanjut, jika tidak saya sangat menyarankan sebaiknya ulangi membaca teori di paragraf ini. Lanjut praktek, tadi perhitungan terakhir Zm = 359,04 derajat:
1. Letakkan kompas pada bidang datar
2. Putar-putar kompas sampai jarum merahnya mengarah ke Zm (359,04 derajat)
3. Bayangkan ada garis dari tengah kompas ke 0 derajat atau “N” atau north, itulah arah utara yang sebenarnya


Selisihnya tipis memang kalau daerah samarinda, kurang tapi terasa manfaat akurasinya. Apalagi kalau dibulatkan ke pembulatan kelipatan 5 derajat. Namun bila anda mengerti konsep ini, dan anda seorang muslim yang berada di tempat lain dengan deklinasi yang sangat besar serta kondisi smartphone anda sedang tidak bisa diandalkan untuk menentukan arah kiblat, mungkin anda akan bersyukur telah mengerti cara selaraskan jarum kompas dengan badan kompas menggunakan nilai utara magnetik (Nm=N-D).

Sekarang kita coba cari arah kiblat dengan cara yang hanya membutuhkan data Z, Zm dan D (Bukan Z2 & Ci2 seperti cara di awal artikel).
Diketahui untuk area samarinda arah kiblat yang sebenarnya 291,98 derajat, deklinasinya 0,96 derajat, arah kiblat magnetiknya 291,02 derajat (sumber: tabel di bagian bawah artikel).
Z = 291,98
D = 0,96
Zm = 291,02
Sekarang, bagaimanakah cara menentukan arah kiblatnya?
1. Letakkan kompas pada bidang datar
2. Putar-putar kompas hingga jarum merah kompas mengarah ke utara bohongan. Utara bohongan untuk area samarinda belum diketahui.
Utara bohongan / utara magnetik / magnetic north / Nm = N – D
Nm = 360 – 0,96
Nm = 359,04
Utara bohongan = 359,04 derajat
Putar-putar kompas hingga jarum merah kompas mengarah ke 359,04 derajat
3. Kiblat yang sebenarnya atau azimut sejati kota mekah dari kota samarinda (Z) = 291,98 derajat. Bayangkan ada garis lurus dari tengah kompas ke 291,98 derajat. Itulah arah kiblatnya.

Membingungkan bukan?
Masalahnya di Nm. Nm ini beda-beda. Tergantung kotanya. Seandainya Nm ini bisa digeser aja ke 0 derajat, mungkin lebih sederhana langkah-langkahnya, lebih gampang visualisasikan garis kiblatnya, tidak harus mencari Nm terlebih dahulu. Tapi kalau jarum merah kompas di arahkan langsung ke 0 derajat, maka melencenglah hasil arah kiblat (Z) sejauh deklinasi (D) masing-masing kota. Oleh sebab itu, harus ada variabel baru yang merupakan penambahan Z sejauh D supaya lebih enak tentukan arah kiblatnya. Kita sebut saja Z yang di tambah D itu Z2 atau Z’ (Z aksen) terserah mau yang mana ini hanya inisialisasi variabel, yang penting satu kali pilih variabel selanjutnya harus konsisten. Dengan adanya variabel Z2, maka kita bisa mencari arah kiblat dengan langsung memposisikan jarum merah kompas pada 0 derajat badan kompas (N), dengan z2 sebagai arah kiblatnya, tidak ke N – D lagi (Nm).

Z2 = Z + D

Lalu tentang indeks kota / city index / Ci, darimana datangnya? Apa gunanya? Ci merupakan selisih antara N dengan Z. Digunakan apabila ingin arah kiblat mengarah ke area dekat-dekat simbol panahnya north pada badan kompas (Nm).

Ci = 360 - Z

Dengan adanya variabel Ci, kita jadi sedikit lebih mudah menentukan arah kiblat. Karena arah kiblatnya jadi mengarah pada Nm, dekatnya N atau panah di badan kompas. Kan nanggung. Kalau bisa arah kiblat diposisikan ke 0 derajat (N) badan kompas kenapa harus mengarah pada Nm yang sedikit menyimpang sejauh D? Nah kasusnya sama seperti di atas. Deklinasinya (D) beda-beda tiap kota. Jadi butuh variabel baru lagi, yang mana Ci ditambahkan sejauh D agar kita bisa mendapatkan hasil arah kiblat yang paling benar secara akurat / selaras 100.000.000% dengan 0 derajat / panah pada badan kompas. Solusinya juga sama seperti Z di atas. Bikin variabel baru. “Ci2”.

Ci2 = Ci + D

Dengan menggunakan variabel Ci2, kita bisa lebih mudah menentukan arah kiblat. Karena kiblatnya sekarang LURUS dari pusat kompas ke 0 derajat. Ditambah lagi dibantu dengan simbol panah, juga simbol “N” pada kompas. Dengan ketentuan jarum merah kompas mengarah pada Ci2.

Data Z & Ci saya letakkan di bawah, sedang Z2 & Ci2 saya letakkan di atas (awal) artikel. Maksudnya supaya kalau lupa atau perlu data arah kiblat, bisa langsung pakai cara yang paling mudah, efektif & efisien serta anti mumet. Kalau lupa darimana dapatnya, tinggal scroll ke bawah artikel.

KOTA

Z

Ci

Banda Aceh 292.17° 67.83°
Medan 292.77° 67.23°
Padang 294.70° 65.3°
Palembang 294.56° 65.44°
Jakarta 295.15° 64.85°
Bandung 295.17° 64.83°
Cirebon 294.87° 65.13°
Semarang 294.50° 65.5°
Jogja 294.71° 65.29°
Surabaya 294.04° 65.96°
Madiun 294.40° 65.6°
Kediri 294.32° 65.68°
Samarinda 291.98° 68.02°
Balikpapan 292.18° 67.82°
Pontianak 292.69° 67.31°
Manado 291.38° 68.62°
Palu 291.84° 68.16°
Makasar 292.48° 67.52°
Jayapura 291.34° 68.66°

PENJELASAN
Z = Azimut kota mekah dari kota kita (arah kiblat ke Z derajat dengan jarum merah kompas mengarah ke utara bohongan / magnetic north / Nm)
Ci = Azimut indeks kota/city index (arah kiblat ke utara bohongan / magnetic north / Nm / N-D)
Didapat dari hasil perhitungan menggunakan data tabel di bawah [1]

KOTA

AZIMUT SEJATI

DEKLINASI

AZIMUT MAGNETIK

AZIMUT MAGNETIK DIBULATKAN

Banda Aceh 292.17° -0.98° 293.15° 294° 295°
Medan 292.77° -0.5° 293.27° 294° 295°
Padang 294.70° -0.23° 294.93° 294° 295°
Palembang 294.56° 0.47° 294.09° 294° 295°
Jakarta 295.15° 0.75° 294.40° 294° 295°
Bandung 295.17° 0.85° 294.32° 294° 295°
Cirebon 294.87° 0.97° 293.90° 294° 295°
Semarang 294.50° 1.15° 293.35° 294° 295°
Jogja 294.71° 1.15° 293.56° 294° 295°
Surabaya 294.04° 1.33° 292.71° 294° 295°
Madiun 294.40° 1.08° 293.32° 294° 295°
Kediri 294.32° 1.30° 293.02° 294° 295°
Samarinda 291.98° 0.96° 291.02° 292° 290°
Balikpapan 292.18° 1.05° 291.13° 292° 290°
Pontianak 292.69° 0.75° 291.94° 292° 290°
Manado 291.38° 0.88° 290.50° 290° 290°
Palu 291.84° 1.03° 290.81° 290° 290°
Makasar 292.48° 1.47° 291.01° 292° 290°
Jayapura 291.34° 3.80° 287.54° 288° 290°


Wallahu A’lam. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Terima kasih. Mohon maaf atas kecacatan yang ada dalam tulisan ini.

Oh ya. Adalagi satu cara untuk menentukan arah kiblat. Anti ribet, anti mumet, tanpa kompas, tanpa teknologi, tak harus ke masjid, tak harus tanya orang, serta tanpa terjadi penyimpangan:
1. Pastikan ka’bah tampak & berada tepat di depan biji bola mata kepala anda
2. Selaraskan badan dan kaki tegak lurus menghadap ka’bah
3. Selaraskan segenap jiwa menghadap Allah SWT
Insya Allah, lahir batin anda tidak salah kiblat 😀

Wabillahi taufik wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sumber:
[1] http://petabandung.net/kiblat/kompas.php
[2] http://petabandung.net/kiblat/kiblat_deklinasi_magnetik.php
[3] http://www.infoastronomy.org/2016/05/medan-magnetik-bumi-alami-perubahan.html
[4] http://langitselatan.com/2012/12/05/memahami-pembalikan-kutub-magnetis-bumi/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s