AKU NGGAK TAU MAU JADI APA [CERPEN]

Ini hanya cerita fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama dan tempat.

3 jam. Di atas kasur ijazah itu tak lepas dari bidikan lensa mata awiW. Tatapan kosong. Tatapan kekhawatiran khas ala MaDeSu (masa depan suram). Teringat upaya untuk menjadikan perjalanan akademis akuntansi itu tak sia-sia. Bahwa tidak harus menjadi apa yang diinginkan. Tangkap peluang apa saja yang ada. Yang penting bisa kerja. Tidak jadi beban Pemerintah dan Orang Tua. Interview yang dihadiri berkali-kali. Ditolak. Ditolak. Ditolak. Rasa muak akan materi akademis yang tak pernah diharapkan apalagi dicintai. Bahkan ia tak benar-benar mengerti, “Kok bisa dulu aku pilih ini”. Hingga datang satu masa, panggilan interview yang tidak dihadiri.

“Why..” dengan hampanya.

Untung saja awiW teringat akan nasib orang-orang begitu ingin mengenyam pendidikan yang layak namun tak kunjung ketemu jalan. Membuatnya sedikit merasa beruntung dan bersyukur. Sedikit?

“Terus kamu maunya jadi apa?” tanya seorang wanita yang sedang dalam masa puncak ranumnya. Hening. “H..” sambut awiW hampa. Hening. “Terus kamu maunya nggak jadi apa?” tanya wanita lagi. Hening. “Pertanyaan yang tepat.” jawab awiW datar. Tatapan kepada selembar kertas renungan tersebut perlahan berpaling kepada Ameri Ichinose. awiW pangling, ada urusan apa salah satu artis kegemarannya tersebut mampir ke kamarnya?.

[sensor part I]

[sensor part II]

[sensor part III]

[sensor part IV]

[sensor part V]

[sensor part VI]

[sensor part VII]

awiW bangun dengan kondisi berbahagia. “Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardlon lillahi ta’ala“, byor!

Dalam kondisi berbahagia, segar dan ‘suci’, awiW memasukkan kata kunci “profesi sarjana akuntansi” awiW berselancar melalui peramban telepon pintarnya ke dunia maya. Mencari kejelasan,

Sebenarnya, Saya tidak mau jadi apa?

Hasil pencarian awiW sebagai berikut:
– Akuntan
– Internal Auditor
– Akuntan Publik
– Akuntan Pajak
– Akuntan Pemerintah
– Akuntan Pendidik

Lalu dengan yakinnya awiW menconteng semua daftar tersebut. Muncul masalah. Apa opsi yang tersisa? Jika hidup untuk jadi tidak ada gunanya, lalu apa gunanya hidup? terbesit dalam benaknya tali. “No.. no no no!” sambil menghalau-halaukan tangannya di atas kepala. Lalu obat nyamuk cair. “NO!”. Pisau. “Allahu akbar.. Allahu akbar..!” gema pengeras suara masjid sampai ke kamarnya. Gemercik air jatuh dari tangan terampil yang butuh arah.

“Assalamu’alaikum warah matullah.. wabarakaatuh. Assalamu’alaikum warah matullah.. wabarakaatuh”. Tangan terampil itu menengadahkan tangannya, “Ya Tuhan, sebenarnya aku ini siapa..”

[hening]

Aku ini apa..

Menikmati luasnya pemandangan kota di malam hari. Gemerlap lampu kota berbias ungu gelap pada langit malam yang penuh polusi. Terlintas dalam lamunan saat menikmati pemandangan kota, tentang orang-orang yang meminta bantuannya untuk perkara troubleshoot komputer dan desain-desain standar. Badan yang lesu itu perlahan tegak. Tangan mengambil telepon pintar lalu segera membuka peramban “Profesi di bidang IT” Enter.
– DB-Admin
– Programmer (web | desktop | ux design | mobile | low level language)
– IT Infrastructur (sys-adm | net-adm)
– IT Security & Forensic
– Pengajar / pendidik (guru / mentor / instruktur / dosen / trainer
– IT Consultant (project manager | programmer | designer | marketer)
– IT Support Officer / Helper / Segala Bisa

Hampir semua tercentang. Hanya tersisa “Segala Bisa”. Malam berganti siang dan ia masih bingung harus mulai darimana. Buka peramban, “kursus teknisi komputer” Enter. Tak berapa lama tombol close disentuh setelah melihat harganya. Tali, obat nyamuk, pisau. “Nggak ada cara bunuh diri yang lebih berkelas kah wiw? Payah! betul-betul kurang referensi.” Celoteh awiW pada cermin.

Putar-putar kota sambil melamun. Singgah ke DISNAKER untuk lihat lowongan kerja di mading. “Nah! innni!” tunjuk awiW pada lowongan IT support / helper. Ternyata time limit satu bulan yang lalu. Tak habis akal, buka peramban, “lowongan IT supportEnter. Time limit 3 hari lagi. Lokasi 2 jam dari kediaman. Email HRD terlampir. Tanpa pikir panjang, mengingat telah bertahun-tahun luntang-luntung tak ada kejelasan arah hidup, dia menyiapkan surat lamaran.pdf, CV.pdf, pas foto yang natural. “Bismillaahirrahmaanirrahiim!” Klik!. “Sent!“.

Panggilan interview. Saat di persinggahan awiW melihat selebaran kursus teknisi komputer gratis pada sebuah LKP / BLK yang dibiayai Pemerintah. awiW jadi galau. Lalu ia melihat iklan rokok pada neon-box raksasa,

Make a decision, and ROCK IT!! !

 

-oO   Tamat   Oo-

 


Karena HRD melihat karakter hiperaktif dan jahil yang mendarah daging pada awiW sebagai sebuah kelebihan, 3 tahun kemudian awiw mendapatkan rekomendasi untuk mengikuti serangkaian pelatihan IT security. awiW berbahagia akan kemampuan barunya menyusup celah keamanan sistem perusahaan. Hal tersebut menambah wawasannya dalam melakukan penetration testing untuk mengukur sejauh mana tingkat keamanan sistem perusahaan.

Dalam perjalanan karirnya hingga tahun ke-7, awiW ‘dipaksa’ keadaan untuk mahir berbahasa inggris. Melihat kemampuan teknis, teori & bahasa yang awiW miliki awiW mendapat promosi untuk mengemban jabatan senior IT security di Australia dengan kisaran gaji $ 121,330 per tahun (Rp. 1.275.000.618,28).

Menyadari akan gaya hidup yang buruk dan tak memungkinkan untuk bisa lebih baik, awiW memutuskan pensiun pada usia 50 tahun dan kembali pulang ke Indonesia untuk menikmati masa tua. awiW membuka pusat peribadatan, kebugaran dan kesehatan, serta pusat pelatihan dengan konsentrasi bidang informasi dan teknologi.

Iklan

One thought on “AKU NGGAK TAU MAU JADI APA [CERPEN]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s