LMS

Bapak: “Kamu ngapain Nak?”

Anak: “Ini Pak, lagi liat-liat Google Classroom, Edmodo dan Moodle. Itu semua LMS Pak.”

Bapak: “LMS? lemes?”

Anak: “Learning Management System.”

Bapak: “Nggak paham Bapak. Itu gunanya buat apa Nak?”

Anak: “Sistem untuk manajemen kegiatan belajar-mengajar ini gunanya untuk membuat kegiatan pembelajaran jadi lebih efektif dan terorganisir.”

Bapak: “Ooo..”

Anak: “Hm em.”

Bapak: “Kamu belajarnya pakai ini?”

Anak: “Enggak.”

Bapak: “Lah terus buat apa kamu nganu-nganu itu?”

Anak: “Buat diajukan Pak. Saya sulit juga ketinggalan kegiatan akademis karena aktifitas ekstrakulikuler yang aktif.”

Bapak: “Jadi belajarnya nggak di kelas lagi?”

Anak: “Tetap di kelas Pak.”

Bapak: “Tapi?”

Anak: “Manajemen materi belajar, tugas, kuis, koreksi, penilaian, semua online.”

Bapak: “Ooo..”

Anak: “Bulat.”

Bapak: “Haha..”

Anak: “Kira-kira manfaatnya paling terasa apa Pak menurut Bapak?”

Bapak: “Bagus ini. Jadi kalau ada Anak lagi kerja, ada urusan keluarga, atau tanggung jawab lainnya, nggak khawatir ketinggalan materi.”

Anak: “Ya, Pengajar juga nggak harus ulang-ulang materi yang sama. Nggak ada lagi alasan ketinggalan materi, nggak ngerjakan tugas dan lain sebagainya.”

Bapak: “Terus kalau ada penjelasan yang agak rumit untuk dipahami gimana Nak? Masa’ harus baca juga?”

Anak: “Pakai video Pak. Jadi ada website khusus tempat taruh blog. Materinya semua di blog. Komposisinya terdiri dari tulisan, gambar dan video. Jadi di LMS ini nanti dikasih link. Kalau kita klik link-nya, bakal masuk ke website yang isinya materi belajar.”

Bapak: “Ck ck ck.. canggihnya.”

Anak: “Iya. Ngerti kan Pak?”

Bapak: “Enggak.”

Anak: “Jiaaah..”

Bapak: “Ini kalau Bapak mau buka kelas ilmu fiqih dasar bisa Nak?”

Anak: “Bisa banget Pak. Itu ada tripod. Bisa semuanya full video kalau Bapak malas tulis.”

Bapak: “Wah, ini berguna ini. Ngomongnya sekali pahalanya jalan terus. Apa nggak sekalian di youtube aja Nak ya?”

Anak: “Bisa. Cuma ada kekurangannya kalau mau full video Pak.”

Bapak: “Apa itu Nak?”

Anak: “Pertama. Kuota internet. Bapak jadi boros kuota. Dan juga belum tentu semua murid Bapak itu sanggup beli kuota.”

Bapak: “Ya ya ya..”

Anak: “Kedua. Nggak praktis. Bayangkan kalau si Anak cuma butuh satu baris informasi, terus dia harus cari bolak-balik di video dengan durasi 2 jam.”

Bapak: “Betul juga..”

Anak: “Ketiga. Kalau dua di atas bukan masalah, bisa-bisa Bapak bangkrut.”

Bapak: “Loh kok bisa?”

Anak: “Semua sudah tinggal buka video di youtube. Bapak nggak dibutuhkan. Bapak nggak ada cash flow. Kalau nggak ada cash flow, kita makan apa Pak?”

Bapak: “Iya juga ya.. Serba salah jadinya. Bagus pakai cara lama. Di kelas. Cuma yang berhalangan hadir karena ada tanggung jawab lain ini yang kasihan.”

Anak: “Nah itulah sebabnya Pak, mengapa sebaiknya materi tidak full video. Pada website, video porsinya dikasih 3 sampai 7 menit saja. Yang mana dirasa benar-benar perlu saja. Selebihnya tulisan dan gambar. Panjang lebarnya cukup di kelas. Di website cukup intisarinya saja. Dikasih kata sandi untuk bisa buka link-nya dan diganti secara berkala, supaya materi tepat sasaran, murid untung, Bapak nggak buntung. Kalau lupa materi tinggal buka link.”

Bapak: “Ribet juga ya Nak. Kamulah buatkan sistemnya. Ntar Bapak kasih es cendol deh.”

Anak: “Satu drum ya Pak. Nggak boleh kurang.”

Bapak: “Haha.. Enak juga ya. Nggak usah pusing-pusing jelaskan berkali-kali.

Anak: “Satu kali buat.”

Bapak: “Kasih tugas dari rumah, kasih nilai, selesai.”

Anak: “Dokumentasi lengkap.”

Bapak: “Nggak pakai ritual print.”

Wal hasil setelah LMS diterapkan di sekolah si Bapak. Bapak yang punya 30 murid per kelas ini masuk kelas dan mendapat kejutan spesial. Bapak masuk kelas dan..

Bapak: “Inna Lillahi wa inna ilaihi roji’un..

Murid: “Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakaatuh.. Kenapa Pak?”

Bapak: “Temanmu yang lain ke mana? Ini kelas apa les privat, muridnya cuma satu? Astagfirullah..

Murid: “Ini Pak. Ijin, sakit, kerja, acara nikahan.” (Sambil menyerahkan setumpuk surat ijin)

Bapak: “Kamu nggak ijin sekalian?”

Murid: “Nggak punya smartphone, nggak punya laptop Pak. Coba punya mungkin Saya ijin juga. Eh..”

 

-oO Tamat Oo-

SUMBER GAMBAR
https://vericampus.com/2017/03/know-learning-management-systems-schools/
https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjF-PnKvaDWAhVMYo8KHUwHCloQjRwIBw&url=https%3A%2F%2Fvericampus.com%2F2017%2F03%2Fknow-learning-management-systems-schools%2F&psig=AFQjCNE8RM3HomjtZ5MRz4OMgldZxbfyWA&ust=1505334301068912
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s