TANDING ASET

Tulisan ini hanyalah fiktif belaka (bukan link dari tulisan ini). Hanya penyegaran.


Pengarah: “Orang sukses itu tandingnya bukan handphone, tandingnya aset. Betul Bapak Ibu?”

Audiens: “Betul..”

Pengarah: “Loh iyyya Anda harus tau..! Ini ini ini penting ya ini mindset ya. Kalau di sini ya, di sini bangun aset. Asetnya menambah pendapatan…”

Sejenak otak Qwerty bangun dari mode stand by pada menit ke 12 detik ke 10 video dari seorang pengarah finansial yang secara suka rela berbagi ilmu di youtube dan booming pada tahun 2017.

Qwerty: “Sukses, tanding aset..”

Untuk beberapa detik saklar logika Qwerty menyala.

Qwerty: “Kuadran kiri, tanding gengsi..”

Teringat kata Ustadz bahwa investasi terbaik dunia adalah properti yang tidak mengalami penyusutan nilai dan sistem yang mendatangkan passive income, sedang investasi akhirat terbaik yang ada di dunia adalah Iman dan Islam, kesehatan, shadaqah jariah, ilmu yang mengandung manfaat di jalan Allah dan anak sholeh atau sholehah yang senantiasa mendoakan ampunan dan rahmat kepada walinya.


[Sesi Oldman]

Oldman: “Ya.. tapi tetap, rejeki itu sudah ditentukan jadi tidak perlu terlalu diambil pusing. Ya tapi juga tetap saja jumlah yang didapat tergantung cara berusaha dan doa yang tepat. Kamu jangan pusing2 Nak, Allah itu Maha Adil, Kalau uangnya kelebihan dan tidak disalurkan secara tepat statusnya jadi apa Nak? jadi tabdzir, biasanya rejeki kenikmatan menjalani hidupnya yang dikurangi. Persis kayak orang diabetes itu lo, kalori masuk lebih besar dari kalori keluar padahal merasa jarang makan, ternyata ngemil kencang olahraganya mimpi di ranjang, jadinya lama2 diabetes, baru usia berapa sudah jantung, sudah hati, sudah gatal2 kaki. Kalaupun uangnya kurang tetap Allah itu Maha Adil, misal finansial boleh kurang tapi dikasih urusan sosial yang harmonis, hormon kebahagiaan yang cukup, perumpamaannya itu persis kayak itu lo, siapa namanya yang OCD-OCD itu?”

Qwerty: “Ya.”

Oldman: “Entahlah, yang pasti seperti konsep si OCD itu. Seolah nutrisi kurang karena puasa kalori beberapa belas jam, tapi sebenarnya banyak kebaikan sedang berproses dan tak kasat mata seperti HGH, lambung dan lain sebagainya.”

Qwerty: “? Pak tua kok gaul?”

Oldman: (Menyentil jari jempol di hidung)


[Ketemu Orang Kaya Beneran]

Pada suatu sore. Qwerty melihat seorang tua berjalan dengan bahasa tubuh yang luwes lagi tak berdosa sedang mendorong gerobak buah dagangan. Warna buah segar yang tak terlalu menyala dan tak terlalu pudar membangkitkan selera makan Qwerty.

Qwerty: “Pak bungkus satu.”

Horangkayah: (menyiapkan pesanan)

Qwerty terhibur dengan cara Horangkayah yang sangat fasih dalam memproses pesanannya.

Horangkayah: “Anak muda kamu hobinya apa?”

Qwerty: “Entahlah Pak. Saya bingung.”

Horangkayah: “Loh kok gitu. Kenapa bingung?”

Qwerty: “Saya bingung harus sebut yang mana dulu karena hobi saya banyak.”

Horangkayah: “Hahahhh..! Bagus bagus bagus.. Ya dipelihara saja hobinya. Kasih intensitas lebih untuk hobi yang membawa manfaat untuk banyak orang.”

Qwerty: “Siap Pak. Tapi nggak janji.”

Horangkayah: “Ini, dihabiskan.” (Menyerahkan pesanan)

Qwerty: “Berapa Pak?”

Horangkayah: (Mengambil kresek compang-camping dan mengeluarkan setumpuk lembaran merah seperti orang yang memindahkan bawang merah ke timbangan dan memberikannya pada Qwerty) “Udah ambil aja.”

Setelah menyerahkan pesanan dan segepok uang, Horangkayah kembali bergegas mendorong gerobak buah segar naturalnya. Merasa sedang tidak dalam dunia nyata, Qwerty segera menghirup aroma buah.

Qwerty: “Nggak mimpi kayaknya.”

Lalu Qwerty menghirup aroma uang, tak ada yang salah. Memakan buah. Tak ada yang salah. Sensasi suasana juga tak seperti sedang dalam mode Lucid Dream. Qwerty menoleh ke arah Horangkayah. Nampaknya ada yang tidak beres. Stalking.

Setelah stalking 7 jam kemudian, tampak Horangkayah parkir gerobak buahnya di sebuah rumah di pinggir Kota. Rumah sederhana. Tampak seorang yang mengenakan pakaian olahraga lengkap sedang membuka pintu lebar-lebar lalu mengeluarkan roadbike. Mempersilahkan si Bapak masuk.

Qwerty: “Nah ini nih majikannya.”

Qwerty melihat-lihat keadaan sekitar. Aman. Qwerty menoleh ke belakang..

Qwerty: “LOH?? ? Kalian siapa?”

Orang2: “Menurutmu?”

Qwerty: “Stalking juga?”

Orang2: “Menurutmu?”

Dengan mode mengendap-endap Qwerty dan Orang2 melanjutkan investigasi mereka. Tampak Horangkayah sedang menggiring sepeda jengki antiknya.

Lalu mereka jalan-jalan bersama dengan mengayuh sepeda. Dari mimik wajah mereka tampak ada pembicaraan yang agak serius. Namun merasa kelelahan dan tak sanggup stalking, Orang2 bubar dan Qwerty duduk sebentar untuk beristirahat.

[Keesokan Paginya]

Horangkayah: “Nak? Bangun Nak! Kamu ngapain tidur di sini?”

[30 Menit Kemudian]

Horangkayah: “Jiah.. Kirain kenapa tadi. Ternyata cuma penasaran. Ya sudah. Supaya kamu nggak penasaran. Kamu liat2 aja tempat tinggal Bapak.”

Lantas si Bapak mengajak tour di rumahnya.

Horangkayah: “Nah itu mainan Bapak.”

Qwerty: “Rak besi?”

Horangkayah: “Iya. Untuk nyimpan sertifikat, emas, surat berharga lainnya.”

Qwerty: “Punya majikan Bapak?”

Asisten: (Muncul entah darimana) “Dia yang majikan Saya.” (Sembari tertawa)

Qwerty: “Si roadbike?”

Asisten: “Kenapa? Belum pernah ketemu orang kaya beneran? Pak Horangkayah itu orang kaya beneran dek.” (Sambil menuju server-rack-nya dan melakukan beberapa kegiatan administratif sambil berdiri)

Qwerty: “Loh itu komputer? Kok monitornya bisa masuk di laci?”

Horangkayah: “Udah biarin aja dia urus-urus itu. Bapak nggak ngerti. Kita keliling aja dulu daripada ikutan pusing. Mari kita jalan-jalan sejenak ke kebun Bapak di Belakang.”

Rupanya Horangkayah menyalurkan hobinya bercocok tanam. Buah-buah dagangannya berasal dari hasil yang ia tanam. Pupuk organik. Tanpa pengawet, tanpa obat-obatan, tanpa rekayasa genetik.

Qwerty: “Gimana ceritanya Bapak bisa begini?”

Horangkayah: “Aduh Bapak malas cerita Nak, kamu bisa liat materi seminar dan workshop finansial bernilai miliaran di youtube. Modal smartphone murah dan kuota internet midnight yang murah, kamu sudah punya bekal cukup untuk mengguncang mindsetmu. Buka aja channel-nya orang2 finansial semua ada di situ. GRATTTISSS. Tapi namanya rejeki, takdir, bukan manusia yang atur. Ingat, kita cuma bisa berusaha. Berdoa.”

Qwerty: “Terus Bapak mau apakan semua isi rak itu?”

Horangkayah: “Entahlah Nak. Bapak sudah tua. Mau Bapak bawa masuk ke kuburan semua lemari besi itu apa juga gunanya. Bapak ini sebenarnya selalu terganggu dengan pikiran bagaimana cara bawa aset-aset ini mati. Dan bagaimana caranya kalau mati itu masuknya ke surga. Bapak pikir sedekah. Karena cuma itu yang Bapak bisa. Ya sudah yang Bapak sisakan untuk Bapak cuma satu rak lemari besi. Baru berapa tahun Bapak usahakan, sudah jadi banyak lagi. Pusing kepala Bapak.”

Qwerty: “Hahah.. Ya Alhamdulillah dong Pak.”

Horangkayah: “Alhamdulillah. Tapi khawatir. Umur, Ilmu, Harta, Jasad. Yang empat itu Nak.. bisa repot urusannya nanti kalau sudah mati. Kamu paham maksud Bapak?”

Qwerty: “Ya.”

Horangkayah: “Ya begitulah.”

Qwerty: “Bapak kok sepertinya tidak buta agama. Saya saja tidak ingat materi yang Bapak sebut barusan kalau disuruh ulangi.”

Horangkayah: “Jadi Bapak ada kenalan seorang Ustadz. Kami bersahabat. Saya bisa masuk Islam dengan dia sebagai wasilahnya. Jadi setelah mendapatkan banyak nasehat dan penjelasan dalil, Saya jadi bersemangat untuk melakukan investasi. Apalagi yang harus Saya kejar coba? Anak sudah dengan hidupnya masing-masing. Rambut Saya sudah putih semua. Keliling dunia apa gunanya? Haji sudah, Berbagi cuma bisa harta. Ilmu nggak tinggi-tinggi amat mau bagi ilmu apa coba? Tinggal tunggu matinya aja lagi.”

Qwerty: “Ya jangan juga ngomong gitu. Bagilah Pak rak besinya.. Satu aja. Kan amal jariah”

Horangkayah: “Emang mau pakai buat apa?”

Qwerty: “Foya-foya.”

Horangkayah: “Luwwwar biasa.”

Qwerty: “Kenapa Pak?”

Horangkayah: “Jarang Bapak temui orang yang nggak munafik seperti kamu ini.”

Qwerty: “Berarti Saya dapat satu lemari besi?”

Horangkayah: “Nggak.”

Qwerty: “Yaaah.. Kecewa.”

Horangkayah: “Nggaknya amal jariah, dosa jariah Bapak dapat kalau harta Bapak dipakai kamu. Sekarang Bapak baru mengerti maskudnya Allah itu Maha Bijaksana. Maha Luas ilmunya.”

Qwerty: “Cerita lagi dong Pak. Masa begitu aja. Nggak seru banget.”

Horangkayah: “Mau cerita apa lagi? Hidup Bapak ini kalau nggak jual ya beli. Nanti ada sengketa. Nanti ada masalah. Nanti nunggu. Nanti birokrasi. Nanti ada solusi. Ya begiiitu-gitu aja terus.”

Qwerty: “Ah nggak seru ah.”

Horangkayah: “Atau cerita Bapak sama si Ustadz.”

Qwerty: “Boleh boleh.”

Horangkayah: “Jadi ceritanya Bapak sama Ustadz sekarang lagi tanding aset.”

Qwerty: “Nah ini kayaknya seru ini.”

Horangkayah: “Si Ustadz dengan aset ilmu, anak-anak yang soleh dan solehah, waktu serta jiwa-raga yang all out di jalan Allah, Bapak dengan apa yang Bapak punya. Kami tanding aset untuk akhirat. Dan sama sekali belum ada jaminan apakah amal kami diterima ataukah tidak. Yang terpenting bagi kami sekarang adalah bagaimana caranya supaya istiqomah dan mencari ilmu agar tetap takut sama Allah, nggak bikin orang lain punya penyakit hati dan penyakit ‘ain lantaran apa yang sudah dikaruniakan kepada kami. Menahan diri supaya terhindar dari sum’ah dan riya’ yang bisa dengan seketika menghanguskan amal ibadah kami. Titik.”

Qwerty: “Terus?”

Horangkayah: “Nggak ada terus-terus. Kalaupun ada ya berarti tinggal tunggu matinya aja lagi. Supaya kami bisa lihat aset kami yang sebenarnya.”

Qwerty: “Ah nggak asik ah.”

Horangkayah: “La terus maunya yang gimana?”

Qwerty: “Nggak ada alur yang dramatis gitu Pak, yang.. apaaa gitu yang bikin greget.”

Horangkayah: “Kalau mau sensasi dramatis ya nonton cerita-cerita drama Nak. Datang ke bioskop. Atau nonton film yang sudah-sudah. Forest Gump, atau Medley drama Indonesia, atau Marry Riana kalau mau drama ditambah finansial. Ya kamu lebih taulah, yang muda kan kamu, lebih update, atau kalau mau sensasi bugar datang ke gym, cari instruktur, bilang mau sixpack, mau bulking, mau cutting, mau obessive corbuzier diet. Mau apa lagi? Hidupmu kalau tanya tanya tanya terus ya nggak ada yang berubah Nak.”

Qwerty: “Kok lumayan mengena Pak?”

 

-oO Tamat Oo-

 

REFERENSI
langsung pada link di text cerita. Googling atau streaming jika kurang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s