YA DIBIKIN AJA

Sanguinecholeric: (Emosi, habis menumpahkan segenap rasa kesal)

Melophlegmatic: 😀 ck.. ck.. ck..

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: 😀 Hidupmu Le.. Le. Isinya kalau nggak ngomel-ngomel, marah-marah, ngocehin orang, ngurusin orang, nilai orang.

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: 😀 Memangnya waktumu itu dibayar berapa buat menilai hidupnya orang lain?

Sanguinecholeric: Shhh! Ah!

Melophlegmatic: 😀 Coba kalau dipakai buat bangun kos-kosan mungkin sudah jadi 13 tingkat Le.

Sanguinecholeric: Berisik!

Melophlegmatic: 😀 Aku juga belum pernah dengar dalil “Sebaik-baik di antara kalian ialah yang selalu menilai dan menjustifikasi orang lain.”

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: 😀 Orang lo nggak ada cari masalah sama kamu dingocehin.

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: 😀 Kalau maksdunya peduli, nggak gitu caranya.

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: 😀 Gini wes.

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: Coba kamu bayangin ya, kamu lagi sulit. Terus tiba-tiba orang datang, nggak tau akar masalah terus dia jatuh penilaian, terus ngoooceh-ngoceh. Gimana rasanya?

Sanguinecholeric: Ck..

Melophlegmatic: Itulah masalahmu Le. Giliran menilai orang nomor satu, giliran disuguhkan cermin malah nggigit.

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: Sekarang coba bayangin, Kamu lagi kusut, tiba-tiba datang orang, nggak tau akar masalah, diem aja, lewat. Mending mana sama sebelumnya?

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: Lebih bermanfaat yang diem kan?

Sanguinecholeric: (Emosi)

Melophlegmatic: Ni ya aku kasih tau.. Fitrahnya menungso jaman now iku yo Le, kebutuhannya kalau nggak uang, jabatan, tempat menyalurkan syahwat, sama terakhir.. arah yang dibutuhkan atau diminta.

Sanguinecholeric: (Mulai jinak, tapi emosi lagi)

Melophlegmatic: Ni kalau kamu lagi ada masalah, terus orang datang kasih uang, mendingan nggak rasanya?

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Ya mendiiingan. Dikasih uang kok. Siapa yang nggak seneng.

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Atau kalau kamu lagi butuh penghasilan, dikasih jabatan atau lowongan yang sesuai, gimana rasanya?

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Ya sennneeeng.. Ya pa ora Le?

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Atau kalau kamu punya masalah rumit, terus orang bersih dan wangi datang tiba-tiba ngasih senyum yang tulus, ngasih es krim, ngasih coklat, tanpa sepatah katapun piye Le rasanya Le?

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Woooh ya eeenaaak.. Iyo apa inggih Le? 😀

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Ngocehmu orang lain butuh apa nggak Le?

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Ya eeenggaaak. Orang itu nggak butuh kata-katamu yang bikin keruh itu nggak butttuh blllas nggak butuh. Kecuali dia minta atau dia memang lagi butuh. Kayak kamu gini.

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Jadi.. now, let me help you so I can help you to help me to fix your matter which that mean being to help me to help you helping everyone that need help around you ya Le.

Sanguinecholeric: Jangkrik bosomuiku lo c** nggateli.

Melophlegmatic: 😀 Singkatnya, kamu ini kenapa kok sama orang itu sukanya sewooot aja itu kenapa?

Sanguinecholeric: Entahlah broh.

Melophlegmatic: Istri bertingkah?

Sanguinecholeric: Nggak.

Melophlegmatic: Anak bertingkah?

Sanguinecholeric: Anak-anak itu ya memang harus bertingkah broh, justru nyeremin kalau anak-anak itu diemmm aja.

Melophlegmatic: Nah terus kenapaaa? Finansial nggak oke?

Sanguinecholeric: Keuangan dari dulu ya begini-begini aja broh mau diapain juga.

Melophlegmatic: Lah terus kamu ini kenapa? Masalahmu ini apa sebenarnya?

Sanguinecholeric: Entahlah.

Melophlegmatic: Terlalu banyak waktu untuk hal yang nggak produktif?

Sanguinecholeric: Mungkin.

Melophlegmatic: Kalau waktunya dipakai buat tidur aja masalahnya apa?

Sanguinecholeric: Ya nggak masalah juga sih.

Melophlegmatic: Ya sudah banyakin tidur aja. Jadinya ibadah.

Sanguinecholeric: Harus ya tidur? Kok tidur ibadah?

Melophlegmatic: Iya kamu dengar ceramah aja kayaknya nyaris mustahil, dzikir apalagi, ngaji tambahnya, kerja sampingan juga kayaknya malas, terus apalagi yang mungkin jadi pelarian positif dari ‘ngurusin orang’-mu itu kalau nggak tidur? Menghindarkan diri dari dosa itu apa nggak ibadah namanya?

Sanguinecholeric: (Terpaksa sepakat) Lah terus kamu ngapain ngurusin aku?

Melophlegmatic: Karena kebiasaanmu itu sudah ada di level mengganggu banyak entitas dalam sebuah environment dengan lingkup tingkat kecamatan broh.

Sanguinecholeric: Cuah bahasmu.

Melophlegmatic: (Menawarkan permen coklat) Aku nggak ada rokok.

Sanguinecholeric: (Mengambil permen coklat) Thank’s bro.

Melophlegmatic: Kamu ini sebenarnya potensinya besar lo. Public speaking oke, karakter kuat. Hard willing. Harusnya jadi orang kaya kamu ini.

Sanguinecholeric: Janganlah kalau bisa.

Melophlegmatic: Loh kenapa?

Sanguinecholeric: Katanya muslim kaya 500 tahun antri di padang mahsyar.

Melophlegmatic: Miss interpretasi.

Sanguinecholeric: ?

Melophlegmatic: Kalau memang Allah kasih jalan buat kamu jadi orang kaya, ya jadilah orang kaya yang bermanfaat. Diguuuncang aaaja dunia itu Le. Muslim itu memang sebaiknya kaya.

Sanguinecholeric: Kok gitu?

Melophlegmatic: Kalau enggak ya jadinya kayak kamu sekarang ini. Orang bermasalah yang nggak cari masalah sama kamu malah kamu bikin keruh kepalanya. Lah kalau kamu kaya, kamu nggak punya waktu buat ngocehin orang karena pasti banyak urusan. Kamu tinggal kasih dia butuhnya apa, kalau butuhnya uang, kasih uang, kalau butuhnya link, kasih link, kalau butuhnya kesempatan, kamu bukakan jalan, kalau butuhnya kerja, kamu kasih kerja, kalau butuhnya makan, kamu kasih makan, kalau butuhnya wanita, kamu bayar orang yang ngerti agama buat carikan wanita yang sepadan, kalau butuhnya arah, kamu kasih uang buat konsultasi sama yang profesional dan punya kompetensi untuk memcahkan masalahnya. Apa susahnya? Kan orang kaya? Apa mudharatnya? ya nggak aaada. Horangkaaayaaa. Nah kalau gini? Kamu kasihnya ngoooceh aja? kepala anak orang jadi keruh, dia kasihan, kamu juga kasihan. Ya karena miskin dan kurang bikin kerjaan itu tadi.

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Kita ini bolehlah jadi orang religius. Dan memang sudah sepatutnya taat sama Allah Ta’ala, tapi hidup yang sudah ruwet ini juga mbok ya jangan ditambahin ruwet, toh kalau nggak melanggar norma agama apa salahnya, ya diwarnailah sedikit, diasikin gitu lho, jangan karena atas dasar agama terus orang lain nggak salah apa-apa kena imbasnya. Atas nama dalil diri sendiri terhindar dari haknya.

Sanguinecholeric: (Nyimak)

Melophlegmatic: Ya sudah, gini aja, ceritanya kan kamu ini masalahnya cuma butuh pelarian positif. Sepakat nggak?

Sanguinecholeric: (Diam)

Melophlegmatic: He sepakat apa enggak?

Sanguinecholeric: Iyyya iyaaa ah!

Melophlegmatic: Gimana kalau kita cari kerjaan aja?

Sanguinecholeric: Aku ini ya.. perusahaan manaaa coba yang mau terima. Sudah udzur gini.

Melophlegmatic: Oke.. Gimana kalau kita bikin kerjaan aja.

Sanguinecholeric: Wirausaha? Duh.. modalnya cuy. Kalau ada modal dari dulu juga aku sudah buka usaha.

Melophlegmatic: Okeee.. Kalau gitu gini aja. Kamu kan punya imajinasi bagus, selera juga bagus, kamu bisa gambar 3D pakek komputer-komputer apalah itu aku nggak ngerti. Itu sudah modal besar buat kamu. Nggak semua orang punya selera itu bagus. Pun punya selera bagus, nggak semua orang ngerti bikin design 3D. Itu habis puluhan juta kalau orang lain disuruh nggarap Le. Nah terus aku kan punya tanah, alat tukang, tumpukan sisa bahan bangunan yang masih bisa dipakai, sama tenaga buat nguli. Gimana kalau kita isi waktu kosong kita buat bangun apa gitu yang bermanfaat, yang ada profitnya. Ntar bagi hasilnya kita urus sama sohib kita yang satu itu, si Notaris. Biar ke depannya nggak ada sengketa apa-apa.

Sanguinecholeric: Duh aku nggak ngerti nukang broh.

Melophlegmatic: Ya learn by do aja lah broh. Nggak ada namanya lihai kalau nggak pernah mulai. Nggak ada namanya di puncak kalau nggak punya helikopter, eh.. nggak ada namanya di puncak kalau nggak pernah nanjak. Kan ada aku juga yang bisa ngajarin, ngelurusin, ngasih masukan rancangan dan lain-lain.

Sanguinecholeric: Oke fine.

Melophlegmatic: Fine.

Sanguinecholeric: Fine!

Melophlegmatic: Oke.

Sanguinecholeric: Fine.

Melophlegmatic: FINE!

Sanguinecholeric: SURE FINE.

Melophlegmatic: Fine.

Sanguinecholeric: Oke.

Melophlegmatic: Fine.

Sanguinecholeric: Fine.

[7 menit kemudian]

Sanguinecholeric: (Tidur)

-oO Tamat Oo-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s