KURANG VITAMIN

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, sifat dan plot.

 

–oOo–

 

Adalah Wali Sontoloyo, seorang Wali dengan selera humor yang baik. Wali yang tersohor di sebuah sudut di suatu Kota. Pada suatu hari, tampak dua orang manusia yang butuh arah, berjalan menuju tempat Wali tersebut. Satu setengah orang bernama Obesitas, kerap dipanggil Obe. Dan setengah orang lagi bernama Cungkring, kerap disapa Cung.

“Tok tok tok!”, ketuk Obe.

“Ckrek.. Ngieeek..”, pintu terbuka sendiri.

Tampak secara langsung sesosok pria dengan imamah, dengan tasbih yang berjalan, mengalir dengan sendirinya melalui jari tengah dan jempol yang dibentuk melingkar, dengan posisi bersila dan terlihat melayang di udara. Obe dan Cung hanya bisa terperangah takjub sambil menganga.

Obe: “Nggak salah alamat kita Cung”.

Cung: (Masih menganga).

Wali: “Masuk”.

Obe dan Cung masuk.

Wali: “Keluar”.

Obe dan Cung mundur satu langkah.

Wali: “Masuk”.

Obe dan Cung masuk.

Wali: “Keluar”.

Obe dan Cung mundur satu langkah.

Wali: “Masuk”.

Obe dan Cung masuk.

Wali: “Keluar”.

Obe dan Cung mundur satu langkah.

Wali: “Apa masalah kalian sampai kalian bermasalah untuk mengucapkan salam sebelum masuk kediaman orang?”.

Obe: “Oh, Assalamu’alaikum. Maaf Wali, kami lupa. Kami takjub dengan kesaktian Wali. Bagaimana caranya supaya bisa seperti itu Wali?”.

Wali: “Wa’alaikumsalam warahmatullaahi wabarakaatuh. Silahkan masuk. Seperti apa?”

Obe: “Itu, melayang di udara, tasbih jalan sendiri, pintu terbuka sendiri”, sembari jalan masuk ke rumah Wali.

Wali: “Oh.. Pencet saja tombol close ini”, sambil memberikan sebuah remote kepada Obe.

“Cnit!”, remote pun berbunyi. lalu tiba-tiba, “Ngieeek.. Ckrek..”, pintu tertutup.

Obe dan Cung saling berpandangan. Sesaat mereka diam. Lalu keduanya tertawa terbahak-bahak.

Cung: “Selamat! Anda sakti kisanak”, sambil bersalaman dengan Obe.

Lantas Wali berdiri dari tempatnya, Obe dan Cung memperhatikan tempat Wali tersebut duduk. Ternyata di tempat Wali tadi duduk, ada semacam plat yang menempel ke dinding, tertutup oleh gamis Wali yang menjuntai.

Wali: “Silahkan duduk di sini.”

Seketika wajah Obe dan Cung berubah menjadi skeptis.

Obe: “Nggak jadi deh Wali”.

Lalu wali memberikan tally counter gelang tasbih dengan teknologi terbaru miliknya.

Obe dan Cung tambah skeptis.

Obe: “Yang ini juga nggak jadi Wali”.

Wali: “Jadi apa maksud kedatangan kalian ke sini?”

Obe: “Jadi begini Wali. Intinya saya kepengen kurus”.

Cung: “Saya kepengen gemuk”.

Wali: Geleng-geleng kepada, “Manusia zaman now. Yang gemuk pengen kurus, yang kurus pengen gemuk, nggak ada betulnya sudah pemberian Tuhan di mata manusia”.

Merasa lelah, Obe berjalan menuju plat levitasi sang Wali dan duduk bersila di sana. Maksud hati ingin memparodikan aktifitas levitasi seorang Wali.

“Krek krek.. Krek.. BRUGH!! !”, Plat tersebut patah dan Obe terjatuh dari penerbangannya.

Cung hanya bisa ngakak guling-guling hingga tak bersuara. Walipun geleng-geleng.

Wali: “Nampaknya kalian butuh pertolongan yang serius”.

Lantas Wali mempersilahkan mereka duduk di tikar.

Wali: “Sebelumnya, Saya ingin memberi tau kalian, sebenarnya kalian salah alamat. Alamat yang benar buat kalian itu Gym, sedangkan orang yang tepat itu sebenarnya instruktur fitnes”.

Obe: “Iya, kami tau Wali, tapi kami nggak salah alamat kok, karena fitnes dan instrukturnya perlu uang Wali. Kami nggak ada uang. Kalau di Wali kan bisa gratisan atau seikhlasnya hehehe”.

Wali: “Giliran bokek aja datangnya ke kami”.

Obe dan Cung tersenyum polos.

Wali: “Ya sudah, sebenarnya ada satu solusi yang bisa menyelesaikan masalah kalian berdua.”

Obe: “Apa itu Wali?”

Wali: “Bersyukur”.

Obe: “Ya itu memang selesai masalahnya Wali, tapi deritanya yang nggak selesai”.

Wali: “Ya sudah. Kita mulai dari yang kurus saja. Siapa namanya?”

Cung: “Cung”.

Wali: “Kenapa pengen gemuk?”

Cung: “Supaya ada tenaganya Wali. Sering saya ketemu masalah angkat-mengangkat, karena keterbatasan fisik, Saya tidak bisa mengandalkan diri Saya”.

Wali: “Berarti yang kamu butuhkan bukan berat badan, tapi kekuatan, kebugaran. Punya smartphone?”

Cung: “Punya”.

Wali: “Ngerti browsing?”

Cung: “Ngerti”.

Wali: “Ada paket internet?”

Cung: “Ada”.

Wali: “Ada aplikasi untuk catat di smartphone?”

Cung: “Ada”.

Wali: “Buka aplikasinya”.

Cung membuka aplikasi dengan segenap rasa penasaran.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Catat ya”.

Cung: “Baik”.

Wali: “Cara bulking yang benar”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot dada”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot punggung”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot paha”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot bahu”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot bisep dan trisep”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot perut”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Cara melatih otot betis”.

Cung: “Sudah”.

Wali: “Ya sudah. Saya sarankan habis ini kamu datang ke toko olahraga, beli dumbbell yang bisa ditambah atau dikurangi bebannya. Kalau tidak mampu beli yang mahal, beli yang luarnya dari plastikan saja. Beli yang paling berat yang bisa kamu angkat. Jika setelah beberapa waktu kamu latihan, dumbbell-nya jadi terasa ringan, beli lagi yang lebih berat, yang paling berat yang bisa kamu angkat”.

Cung: “Baik Wali.”

Wali: “Ya sudah, kamu browsing-browsing aja ya yang tadi dicatat.”

Cung: “Ya”.

Wali: “Intinya otot besar kita itu paha, dada sama punggung. Dalam satu minggu sediakan tiga hari. Masing-masing hari khusus untuk satu otot besar. Umpama senin untuk paha, rabu untuk dada, jumat untuk punggung. Untuk otot kecilnya, umpama selasa untuk bahu, kamis untuk bisep dan trisep, sabtu untuk perut. Minggu untuk betis dan olahraga jantung contoh jalan kaki 1000 langkah atau lebih”.

Cung: “Ya”.

Wali: “Terus kamu, yang gemuk, siapa namanya?”

Obe: “Obe Wali”.

Wali: “Kenapa pengen kurus?”

Obe: “Karena kelebihan yang ini lebih banyak bawa masalahnya Wali”, Sambil mengguncang beberapa lipatan perutnya.

Si Wali hanya bisa tersenyum.

Wali: “Ya sudah, buka catatan di smartphone, catat”.

Obe: “Siap”.

Wali: “Cara bulking dan cutting yang benar”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Jam makan adzan maghrib sampai adzan maghrib lebih empat jam”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Di luar jam makan, boleh minum air putih, teh tawar dan kopi hitam tawar”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Puasa Daud, sahur air putih 10 menit sebelum adzan subuh sampai cukup kenyang”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Catatan sisanya contek Cung”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Jam latihan fisik ba’da ashar”

Obe: “Sudah”.

Wali: “Jalan kaki tiga kali seminggu, satu kali minimal satu jam, setelah latihan fisik lebih disarankan”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Jam tidur 8 jam per hari”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Apel, pepaya, pisang. Antara jam mulai makan atau adzan maghrib sampai empat jam setelahnya orang normal cuma bisa dua kali makan besar atau makan pakai nasi. Nah satu makan besarnya kamu ganti pakai apel, pepaya, pisang. Terserah mau gabung tiga-tiganya atau makan salah duanya atau makan salah satunya”.

Obe: “Sudah”.

Wali: “Ya sudah. Pulang”.

Obe: “Ada nasehat lain Wali?”

Wali: “Oh iya, kurang vitamin”.

Obe: “Vitamin apa Wali?”

Wali: “Vitamin C”.

Obe: “Jambu biji? pepaya? tomat?”

Wali: “Cinta. Cinta Allah”.

Obe: “Ooo.. Ada nasehat lain Wali?”

Wali: “Cinta Allah”.

Obe: “Boleh nasehat yang lain Wali?”

Wali: “Cinta Allah”.

Obe: “Kenapa cuma cinta Allah Wali?”

Wali: “Karena cinta Allah dapat menyebabkan disiplin, istiqamah dan sabar. Yang mana akibat dari cinta Allah itu diperlukan sebagai kendaraan kalian untuk sampai ke tujuan”.

[3 bulan kemudian]

Saat sedang berjalan cepat (olahraga) pada sebuah fasilitas umum, Wali bersua dengan Obe dan Cung.

Wali: “Obe? Cung?”

Obe: “Loh, Wali?”

Cung: “Iya Wali”.

Wali: “Kok tambah melar kamu Be? Si Cung agak mendingan”.

Obe: “Ehe ehe.. Iya Wali”.

Wali: “Gimana catatannya, diikutin nggak?”

Obe: “Ehe ehe.. Enggak Wali”.

Wali: “Loh kenapa?”

Obe: “Sulit Wali”.

Wali: “Apanya yang sulit?”

Obe: “Disiplinnya Wali”.

Wali: “Tadi Shalat Subuhnya jam berapa?”

Obe: “Ehe ehe.. jam.. anu Wali, jam tujuh”.

 

–oO Tamat Oo–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s